Skip to Content
Loading...
Admin Media Sekolah
Admin Media Sekolah
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Katekese Remaja Tingkat SMKN 1 Satarmese; Pesan Ayat Berantai Dalam Bisik

Sebagai umat peziaran yang berjalan bersama Tuhan, SMKN 1 Satarmese melaksanakan katekese remaja yang berlandaskan pada tema sinode IV Berziarah......

 

Katekese Remaja Tingkat SMKN 1 Satarmese; Pesan Ayat Berantai Dalam Bisik
Foto ini diambil saat memasuki bacaan perikop Kitab Suci (Pertemuan pertama)



smkn1satarmese.sch.id - Sebagai umat peziarah yang berjalan bersama Tuhan, SMKN 1 Satarmese melaksanakan katekese remaja yang berlandaskan pada tema sinode IV Berziarah bersama dalam pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner. Katekese tersebut berkaitan dengan sharing pengalaman di bidang pewartaan, pengudusan, persekutuan, relasi pelayanan pastoral dan umat. 

Rangkaian Pertemuan

Katekese remaja itu dilaksanakan dalam empat pertemuan tematik yakni:

  1.  Pertemuan pertama: pewartaan Sabda Allah dalam hidupku. 
  2. Pertemuan kedua: pengudusan liturgy (prosesi/devosi) berjalan bersama Bunda Maria dalam pengharapan. 
  3. Pertemuan ketiga: persekutuan yang sinodal no bully, yes bestie. 
  4. Pertemuan keempat: pelayan pastoral dalam Gereja sinodal kita baku kenal, kita saling dukung. 


Baca jugaSMK Negeri 1 Satarmese Gelar Sosialisasi Anti Bullying, Kekerasan, dan Narkoba


Pelaksanaan katekese bertujuan untuk mewujudkan tujuan yang jelas seperti terungkap dalam visi keuskupan Ruteng sebagai persekutuan umat Allah yang beriman utuh, dinamis, dan transformatif, dapat dipahami sebagai sumber daya hidup yang menggerakkan seluruh kehidupan Gereja dan bersumber pada logos (sabda Allah) yang telah menjelma menjadi manusia yakni Yesus Kristus. 

Melalui katekese ini para peserta didik diajak untuk mengenal Yesus Kristus secara lebih komprehensif lewat aktivitas membaca kitab Suci. Membaca Kitab Suci berarti kita hadir dan berjumpa dengan Allah. Kita mendengarkan Dia yang berbicara lewat sabda-Nya, lalu merenungkannya serta mensharingkan atau menyampaikan kabar baik itu kepada sesama.  


Dinamika Realitas Pertemuan Pertama


Baca juga: SMKN 1 Satarmese Gelar Ujian Semester Genap Berstandar TKA bagi Kelas XII


Pertemuan pertama melibatkan kelas XI UPW dan APH yang dipandu oleh Bapak Nasarius Fidin dan Ibu Yuliana Ida sebagai fasilitator dan didampingi oleh Ibu Vinsensia M. Makur dan beberapa guru lainnya di aula kapela Stasi Wae cepang, Selasa (10/3/2026). Awalnya katekese itu dilaksanakan pada sore hari, tetapi dimajukan siang hari karena kondisi alam (hujan dan badai) tidak menentu. 


Adapun hal-hal menarik saat pertemuan pertama berlansung yakni: 

  1. Antusiasme; Seluruh peserta yang hadir sungguh-sungguh mengikuti katekese dengan baik. Mereka sangat menikmati setiap momennya. 
  2. Keterlibatan Peserta didik; Peserta didik sangat aktif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan terkait kisah inspiratif (kisah St. Fransiskus) dan Kitab Suci. 
  3. Suasana yang hidup; Suasana saat katekese berlansung penuh hikmat, sukacita dan semangat, hal itu dilihat dari ekspresi siswa-siswi. 
  4. Permainan pesan ayat berantai; Permainan pesan ayat berantai sangat unik, para peserta didik dibagi dalam dua kelompok besar. Kemudian pesan ayat menarik dan kontekstual itu berbeda di setiap kelompok. Ayat-ayat itu dibisikkan secara rahasia dari telinga ke telinga. Seusai waktu yang telah di tentukan, perwakilan orang terakhir di setiap kelompok maju ke depan untuk menyampaikan pesan itu secara terbuka dan mensharingkan maknanya dalam kaitannya dengan pengalaman pribadi.  
  5. Nyanyian yang hidup; Lagu-lagu dikondisikan, artinya kami memilih lagu-lagu yang bisa dinyanyikan semua siswa.  
  6. Jeda meditatif; Seperti yang terdapat dalam buku panduan, momen jeda meditatif sangat efektif. Peserta didik masuk dalam keheningan untuk merenungkan kembali pesan inspiratif baik dari kisah St. Fransiskus maupun perikop Kitab Suci. 


Baca juga: VISI DAN MISI SMKN 1 SATARMESE


Rencana Aksi Nyata


Sebagai komitmen aksi nyata, para peserta didik diajak untuk melakukan aksi puasa pembangunan (APP), aktif dalam kegiatan rohani dan sosial serta super aktif dalam berdoa, berdevosi, membaca kitab suci dan merenungkannya dalam kehidupan setiap hari. 



Penulis: Nasarius Fidin

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?